Kata taaruf tentu sudah tidak lagi menjadi hal yang asing. Meskipun demikian, penggunaan dan pemaknaan kata taaruf sendiri masih banyak yang tidak pas. Berkaitan dengan hal taaruf, memang tidak terlepas dari hal hubungan dua insan dan pernikahan. Dalam perkembangannya, kata taaruf pun seperti menjadi tandingan bagi kata pacaran. Mmmm, apakah benar demikian?
Archive for March, 2008
28 Mar
Melawan Malas
Tak boleh malas
Harus semangat!
Bangkit
Melibas habis setan bernama malas
Bersegeralah
karena waktumu kan sangat berharga
28 Mar
Sabar Saja
Kutangkap sebuah kata
bermakna sabar
ketika aku jenuh oleh rutinitas
maka kembalilah pada hidup yang bermakna
ketika aku luka karena cinta
maka kembalilah pada sejatinya cinta
ketika aku lupa karena senang
maka kembalilah membaca
membaca hidup dengan firmanNya
merenungi lalu mengikat makna
syukur bertemu cinta
namun jika masih terasa lelah
sabar saja
pertolongan akan datang
danĀ kemudahan pun akan tiba
28 Mar
Semua Berawal dari ….
(dari Dauroh Ust Mahfudz sampai teater DOM)
Memang gak ada hubungannya antara dauroh oleh ustadz Mahfudz dengan pertunjukan teater DOM di societed (yaiyalah…). Daurah kala itu bertajuk “Membela kehormatan wanita muslimah”. Adapun teater DOM mengisahkan sebuah pemaknaan hidup oleh seorang tokoh di dalamnya.(Apakah sudah dapat kau lihat benang merah itu??)
19 Mar
Melihat RembuLan
Malam lima belas
Terang benderang
Rembulan penuh cahya
Aku melihatnya
di sini, di tempatku berpijak
Adakah kau juga?
Ya..ya..
kekasih sejati bukanlah kita selalu bersama
kekasih sejati itu tatkala kau dan aku, kita
melihat cahaya yang sama
meski dari tempat berbeda
bagai memandang indahnya sinar rembulan
dalam kelam
aku di sini dan kau di sana

Ikut Ngoceh