Hmmm…
Alhamdulillah,
setelah beberapa bulan hatiku terselimuti mendung duka,
serta segumpal kekecewaan, kemarahan, dan kekesalan menyesaki dadaku,
malam itu aku memutuskan untuk menyelesaikan semua duka ku,
ya.. buat apa kupelihara duka di dalam hidup?
tak ada gunanya bagiku
lebih baik kuselesaikan semua,
kuhapus mendung agar kudapat kembali menikmati pemandangan langit
dan Subhanalloh…
Hari-hariku setelahnya pun benar-benar indah
langitku kini cerah kembali
Alhamdulillah…
Archive for the ‘Diary Halimah’ Category
25 Nov
Indahnya Memaafkan
18 Nov
Aku Ingin Kangen
Aku inginĀ kangen. Ya, ingin kangen. Kenapa?
-1-
kenapa mesti ada rindu mba?
kenapa?
hiks….
iya…..
kenapa mesti ada cinta dan benci….
knp mesti ada rindu dan kangen ….(lak yo podo wae..)
haha
aku bertanya kenapa mesti ada rindu
kenapa?
padahal aku tau jika rinduku tdk pantas untuk dia seorang
karena ada “temu”
dan kenapa mesti ada pisah
hwa
bingung
mumet
tenang,.,,
tenang……
buat apa dimasukin ati…
lupain ajaa,,meskipunn ga gampang sii..
lagi desperate ni…
lagi kecapekan [...]
17 Nov
Mengikhlaskan Bola
Bola ku terus menggelinding menjauhiku.
Pada akhirnya lewatlah seorang bocah…dan….ups!
Dia kegirangan menemukan sebuah bola,
dihadangnya bola ku dengan kakinya,
bolaku pun berhenti.
Bocah itu lalu dengan wajah sumringah memungut bola
dan membawanya bermain-main bersamanya.
Meski aku harus kehilangan bolaku,
aku senang melihat bocah itu gembira,
meski aku juga sedih,
aku mencoba mengikhlaskan bola itu untuk bocah tadi.
11 Nov
Purnama dan Matahari
Seperti yang sudah pernah aku tulis,
sebuah kalimat indah tentang namaku,
“Noor. Noor adalah cahaya. Cahaya yang menerangi setiap hati manusia”
11 Nov
Lalu apa ya??
Mungkin aku perlu tali yang bisa mengikatku bukan bola yang terus menggelinding, karna aku juga seperti bola yang bebas bergerak ke mana saja sesukaku biar tali yang mengikatku mencegahku berbuat maksiat
Atau mungkin aku butuh tiang yang kuat terpancang sehingga aku bisa berpegangan pada tiang
Atau barangkali pohon? Pohon yang bisa menjadi tempat berteduh saat aku kepanasan [...]
Ikut Ngoceh