Bola ku terus menggelinding menjauhiku.
Pada akhirnya lewatlah seorang bocah…dan….ups!
Dia kegirangan menemukan sebuah bola,
dihadangnya bola ku dengan kakinya,
bolaku pun berhenti.
Bocah itu lalu dengan wajah sumringah memungut bola
dan membawanya bermain-main bersamanya.
Meski aku harus kehilangan bolaku,
aku senang melihat bocah itu gembira,
meski aku juga sedih,
aku mencoba mengikhlaskan bola itu untuk bocah tadi.
Posts Tagged ‘bola’
17 Nov
Mengikhlaskan Bola
11 Nov
Lalu apa ya??
Mungkin aku perlu tali yang bisa mengikatku bukan bola yang terus menggelinding, karna aku juga seperti bola yang bebas bergerak ke mana saja sesukaku biar tali yang mengikatku mencegahku berbuat maksiat
Atau mungkin aku butuh tiang yang kuat terpancang sehingga aku bisa berpegangan pada tiang
Atau barangkali pohon? Pohon yang bisa menjadi tempat berteduh saat aku kepanasan [...]
11 Nov
Dua Bola
Lagi-lagi aku berbicara tentang bola.
Ya, bola.
Bola yang bulat.
Barangkali aku juga seperti bola. Gerakku yang kesana kemari, menggambarkan derajat kebebasan bergerak dari sebuah bola. Bola yang bulat, menggelinding, dan memantul jika dipantulkan. Derajat kebebasan tertinggi sebuah robot ada enam, dan kurasa sebuah bola yang bentuknya bulat memiliki lebih dari itu. Itulah aku yang bebas bergerak kemana [...]
10 Nov
Bola
Aku menyebut dengan bola, karena bola itu bundar dan hampir selalu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak kecil. Aku tak tau mengapa aku harus menemukan sebuah bola lalu aku senang bermain dengan bola tersebut dan …ups! tiba-tiba bolaku terlepas dari kuasaku, menggelinding dan terus menggelinding, menjauhiku. Nampaknya aku harus merelakan bolaku.
Aku kesal, jengkel, kecewa, marah, [...]
Ikut Ngoceh