Apa misi hidupmu?

Ini hanya opiniku, yang tidak setuju dilarang ngambek. Tentang hidup, hampir setiap orang ingin bahagia. Semua mengejar kebahagiaan, termasuk aku. Hanya saja, beda orang, beda parameter bahagia. Banyak yang bilang, kekayaan material bukanlah kebahagiaan yang sejati meski masih lebih banyak yang mengejar kekayaan material agar dapat bahagia, katanya. Lalu bahagia itu sebenarnya apa? bagaimana cara mendapatkannya?

Setelah aku melihat dan berinteraksi dengan berbagai jenis orang, aku rasa, bahagia adalah merasa cukup. Qonaah. Menerima apa yang Allah berikan. Namun, bagaimana manusia bisa mencapai tingkatan seperti itu? Karena nyatanya banyak orang religius tapi tidak juga bahagia. Dan aku seperti menemukan jawabannya. Orang yang bahagia adalah orang yang bisa menikmati dan mensyukuri hidupnya secara utuh dengan kesadaran penuh penghambaan pada Allah. Ternyata orang orang yang bisa demikian adalah orang orang yang sudah menemukan misi hidupnya.

Lalu, apa misi hidupku? itu yang sedang kucoba tuk temukan, semoga aku bisa lebih peka membaca tanda tanda Nya. So, apa misi hidupmu?

Easy and Enjoy

Proses menemukan misi hidup, bisa dimulai dengan menemukan kedua hal ini : easy and enjoy. Apa yang kamu suka dan mudah untuk kamu lakukan. Orang tua dapat mengobservasi anak untuk membantu menemukannya. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah terlanjur menua tetapi belum juga menemukan misi hidup kita? Kali ini, izinkan saya menuliskan apa apa saja yang sifatnya easy dan enjoy buat saya..

Elektronika, yeah ini emang nggak terlalu normal. But believe it. Kalo sudah megang komponen, solder aku bisa lupa segalanya. Segalanya, waktu, permasalahan, apapun sampai kadang kewajibanku pun terlewat. Barangkali kesukaanku pada hal ini mulai terasa saat smp, dimana ada mulok elektronika waktu itu. Berlanjut di sma, aku sebenernya mendaftarkan diri di ekstrakulikuler kir elektronika, tapi yang berlanjut kir ipa. Saat kuliah, ketika awalnya aku memilih jurusan te ugm untuk mengambil elektronika, entah kenapa saat pengambilan peminatan aku malah memilih elektronika.

Selain elektronika, aku juga suka coding, hal hal yang mengasah logika aku suka. Mungkin ini terbentuk karena kegemaranku pada matematika sejak kecil. Eh, tepatnya kurang tau sejak kapan, dan gak gemar gemar banget sih kayaknya. Waktu awal sd, nilai matematikaku justru jelek. Tapi setelah itu aku selalu mendapatkan nilai yang baik. Alhamdulillah. Kalau boleh aku bilang, aku suka pelajaran non hapalan, yang bisa di logika seperti matematika dan fisika aku suka. Lebih tepatnya aku suka untuk mengembangkan rumus dari rumus rumus dasar. Ya, barangkali logika yang aku suka. Dan coding itu asyik, kita benar benar bermain logika, memecahkan masalah, membuat sesuatu dengan alur bepikir kita. Jadi apa ya, ah.. biarkan saja dulu.

Aku juga suka menulis. Menulis yang sifatnya seperti ini, blogging, menulis pengalaman hidup, opini dll. Menulis untuk menguraikan pemikiran yang berantakan. Menulis untuk mendokumentasikan pengalaman. Menulis juga terkadang dapat membantuku memecahkan masalah.Yah, tapi aku tidak bisa menulis yang terlalu fiktif atau yang terlalu serius. Tulisan santai dan mengalir itu yang paling aku suka.

Aku suka hal hal yang berbau pendidikan juga, aku merasakan hidupku dan perjalananku tak lepas dari yang namanya belajar. Aku suka belajar, dan aku ingin semua orang menikmati belajar. Dulu aku ingin bikin sekolah. Tapi tampaknya aku salah, orang tidak perlu sekolah, orang hanya perlu dibantu untuk dapat menyuburkan fitrah belajarnya dan menemukan fitrah bakatnya. Setelah itu Allah akan kasih jalannya. Aku suka dan ingin selalu bisa menciptakan sesuatu yang dapat membantu orang orang agar tetap suka belajar, agar menikmati proses belajar. Jadi itu namanya apa?

Entah, sebenarnya aku selalu merasa sangat tenang dan nyaman apabila aku menyibukkan diriku dengan hal hal ruhaniah, keagamaan, ibadah, seperti solat, membaca al qur’an. Aku suka membaca Al qur’an, dan aku ingin membaca kisah kisah nabi dan orang orang soleh.Aku sebenarnya juga suka dan ingin menghapal al quran tapi entah kenapa rasanya dalam hal ini aku lambat banget. Kadang aku malu dan ingin berhenti saja, menyerah, tapi aku tidak menginginkannya.

Aku juga ingin sekali bisa fasih berbahasa arab selain bahasa inggris.

Terakhir, aku juga suka dengan yang berbau desain. Desain interior, eksterior, pakaian, benda-benda, permainan. Aku suka.

Nah, itu dia hal hal yang aku suka dan aku bisa mengerjakannya… Next i hope ill find the connection between them.

 

 

Kenangan

Sejarah kehidupan kita meninggalkan kenangan

Diantara kenangan, ada hal-hal yang indah

sebaliknya, ada hal-hal yang pernah membuat kita kecewa

Ada hal hal yang baik

Ada juga aib

Karena itu, sebagiannya lebih baik disimpan

Untuk dijadikan pelajaran saja

Adalah kewajiban kita menjaga aib saudara kita

Perkenankan aku..

Pertanyaan itu selalu muncul, memenuhi benak pikiranku sebnarnya apa arti dan makna pernikahan bagi orang-orang. Dulu aku punya sorang kawan yang ia pernah bertutur, “kalau nikah bukan sunnah nabi aku gak akan memikirkan”. Dan tatkala itu aku yang kerap kali mengomporinya. Alhamdulillah, justru teman tersebut cepat dan mudah dalam proses pernikahan.

Kini, saat waktu sudah berlalu, aku masih berjuang mengumpulkan makna demi makna.. Sudah lebih nampak terang bagiku, bahwa menikah bukanlah perayaan di suatu hari. Ia juga bukan sarana yang dapat menghilangkan permasalahan. Karena mungkin saja memang beberapa permasalahan tersolusikan dengan menikah, tetapi tentu akan datang jua tanggung jawab-tanggung jawab baru yang mungkin lebih besar.

Saya pikir, menikah itu bukanlah ajang balapan, walaupun bagi yang sudah mampu menyegerakannya adalah sunnah Nabi. Tapi bukan berarti yang agak tertinggal sama dengan looser (mudah-mudahan ini bukan apologi). Kalau hanya untuk balapan, nikah aja sehari dengan perjanjian (mut’ah deh jadinya… Na’udzubillah). Bukan berarti juga, siapa yang duluan menikah akan duluan masuk surga kan. Salah-salah dengan bertambahnya tanggung jawab bila tidak amanah maka interogasinya kelak tambah lama.. Allahu Musta’an.

Tuhan, aku belum bisa menangkap rahasiaMu. Namun yang kurasakan, sepertinya dalam tiap-tiap episode hidupku Engkau benar-benar menempa hatiku. Termasuk soal menikah ini. Ampuni aku atas kelalaian-kelalaianku. Terima kasih puji syukur aku panjatkan kepada Mu atas semua karunia Mu. Namun aku berharap, Engkau beri kemudahan bagiku dan Engkau perkenankan aku menyegerakannya.

Menikah..

Yang berarti aku siap menjadi individu dengan fungsi baru

siap menerima tanggung jawab baru

yang berhujung keridloan Mu

hambaMu,

4 April 2011

Jangan Salahkan

seringkali kita marah dan kecewa pada hal-hal kecil

pada hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita

padahal sejatinya ada hal besar yang mesti kita syukuri

tapi hati kita tertutup

tersulut amarah

terkadung kecewa

dan tanpa sengaja kita membuat orang khawatir

sehingga mereka mencari cara

agar kita tidak marah dan kecewa

mereka berniat memberikan ketenangan

maka jangan selalu salahkan mereka

jika mereka memberi kita ketenangan yang semu

dan kita pun menyebut mereka pembohong

mempermainkan kita

sehingga terakumulasilah kemarahan dan kekecewaan

kita hina mereka

kita caci maki mereka

kita katakan mereka tidak becus memimpin

memang jujur itu berat

karena seringkali jujur itu menyakitkan

memberi pahit baik pada diri maupun orang lain

dan kini jujur itu bertambah berat

karena kita memilih kesemuan

 

yogya,20 Feb 2011 before sleeping

Harapan

Terpekur,kupandangi langit dg seksama
mencaricari celah diantara gelapnya
barangkali saja ada seberkas cahaya
dari sebuah bintang bernama maaf,atau ikhlas,atau tawakal..
Kusisir semua kenangan
hendak menyaring tinta pada susu dibelanga
mungkinkah?
Semungkin apa!
Akankah aku Kau ijinkan bersua
menikmati pemandangan pelangi dg segala keindahannya
kupandangi langit sekali pandang
kelam sekali malam
perlahan terpejam jua kedua mata
semoga esok terjaga
dan pelangipun menyapa

Kenangan Perjuangan di Lab itu..

Rasa2nya seperti mencari mosfet,hiks..
jd ingat masa2perjuangan,teman2lab,mas nung,pak bambang,jg meja2,osiloskop dan semua saksi bisu disana..
ketika kukira aku sudah bisa berteriak hore! Ups,aku salah,belum ada,dan perjalananpum terus berlanjut,masih cukup panjang..
Awalnya smua terasa berat,sampai2aku hampir pts asa..bhkn dg begitu byk pihak yg membantuku..Namun trnyata tak ada plhan lain,kecuali menyelesaikannya,apapun hasilnya..dan aku pun mulai kembali..
Entah,berapa kali ledakan terjadi.dan..oh,maafkan aku teman,jika ada yg harus trluka karenanya..but finally,benang kusutpun sdikit2 terurai,restu menuju perhelatan akbar pun terlahir(bc:pendadaran),alhamdulillah..

thanks for all..thanks God, thanks for everything

Amin Diajati begitulah perjuangan nur, ingatgak waktu kita ikut kelasnya Eldas Pak BST dari 7 peserta kelasnya pak BST hanya 3 yang sampai selesai, aku ma gatot hampir gugur dan nyerah di tengah jalan.

Hidayat Wahyu yupz….
it was such of a past time to remember…
we’ll feel how beautifull our life is, after we pass it with our best….
keep struggling noor……
seemmmaaaaannnnggaat……….
Erry Dwi Kurniawan dicoba dulu
Izbet Alighorky itu urusan anda!!

Elsa Melfiana Alhamdulillah …
Selamat ya Nur ..

Igi Ardiyanto amin..

وحي برادانا lho, itu terserah Anda…
Nur, hardware-mu itu statusnya gmn??
mau dibawa pulang atau dikasihkan Lab?? sepertinya masih ada di meja…

Aditya Kurniawan hwehehehe, wapred menunjukkan kepedulian yang penuh sama lab, padahal dia harus nya di lab sebelah, hehehe. Mantab pred!
sakjane babe tu apikan lho, aku baru ngumpul skripsi dua minggu yang lalu, ga dimarahin tu…

وحي برادانا ya iya, kan udah ga ada kaitan lagi..