aku sepi di sebuah negeri yang ramai


 sebuah negeri aku tinggali

aku lahir di sini

sampai kini

tinggal di sini

Negeriku amatlah ramai

sejak dulu hingga kini

orangnya ramai bicara seni

dulu bicara tari serimpi

kini kian ramai dengan tari lari-lari

orang yang menari berlari

bajunya pun berlari

dengan gaya-gaya yang berani

itukah seni

sejak dulu hingga kini

orangnya ramai bicara nasi

dulu bingung mendapat nasi

kini kian bingung menjual nasi

sementara diri tetap sulit makan nasi

itukah agrari

negeriku sungguh ramai

dulu indah sana-sini

kini kian ramai dengan mall-mall yang berdiri

negeriku masih ramai

aku pun masih sepi

merenungi hati

merenungi diri

mengapa masih saja begini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s