Maaf Ukhti^_^


Ukhti, perlulah antunna tahu, bahwasanya aku tak sebaik kalian. Ketahuilah aku tak seputih yang kau lihat. Duniaku terlalu bebas untuk kalian tahu tentang semuanya. Aku masih berada pada daerah abu-abu, tak sama halnya dengan antunnya yang telah khusuk dalam dunia yang putih.
Ukhti, antunna benar jika menilaiku sebagai akhwat yang ‘nakal’. Memang aku terkadang masih bergelut di dunia yang berwarna hitam. Tidak seperti kalian yang telah khusuk di dalam dunia kalian yang putih dan suci. Namun perlulah kalian tahu bahwasanya aku sangat mencintai kalian. Dan maafkanlah aku jika selama ini terus-menerus melawan antenna, semoga Alloh mengampuniku.
Ukhti, terus terang aku tenang bersama kalian. Aku ingin, teman-temanku juga bisa merasakannya. Aku tak mau khusuk sendiri, aku tak mau senang sendiri sementara temanku masih berada dalam kegelisahan yang menjadikan penderitaan. Aku ingin tinggal di surge bersama-sama teman yang aku cintai. Adakah aku salah ya Ukhti?
Ukhti, jangan jauhi aku karna aku berbeda. Jangan hindari aku karna aku masih jahil. AKu membutuhkan kebersamaan dengan antunna. Aku membutuhkan rangkulan antunna untuk menuju keridloan Alloh. Uhibbukunna fillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s