Filter Diri


Kali ini akan mencoba membahas mengenai filter atau tapis. Di dunia elektronika, dikenal tapis/ filter yaitu sebuah untai yang memilih/ melewatkan frekuensi yang dikehendaki dan tidak melewatkan/ membuang yang tidak dikehendaki. Namun, dalam tulisan ini akan dicoba merefleksikan fungsi filter dalam menjalani hidup ini.
Dalam menjalani hidup, kita perlu punya prinsip diri. Itulah filter yang nyata dalam diri kita. Prinsip. Ya, tanpa prinsip manusia akan kehilangan arahnya, meskipun manusia tanpa prinsiplah yang mungkin akan diterima di manapun, oleh siapapun. Mengapa? Ibarat filter maka ia seperti all pass band filter, filter yang melewatkan seluruh frekuensi. Filter seperti ini jarang digunakan karena fungsi sebuah filter akan berkaitan erat dengan frekuensi yang dilewatkan olehnya.
Prinsip diri seorang muslim hendaknya ia berlandaskan dua pedoman utama, Alqur’an dan Assunah. Prinsip diri inilah yang nantinya akan melahirkan sikap seorang muslim, menjadi filter diri dalam menjalani kehidupan. Sudah menjadi pengetahuan kita semua, bahwasanya hidup di akhir jaman ini akan dihadapkan pada banyak penyelewengan. Kemaksiatan berbingkiskan keindahan ditebarkan di mana-mana. Bid’ah-bid’ah dalam peribadatan pun ikut menghiasi kehidupan kita sehari-hari. Di sinilah urgensi dari prinsip yang senantiasa akan menjadi tolok ukur apakah sesuatu itu baik dan layak untuk dikerjakan, atau sebaliknya.
Yang perlu diingat lebih lanjut, bahwa tak semua orang akan menyenangi diri kita dengan prinsip yang kita pegang. Itulah sunatulloh, dengan demikian ini menjadi ujian keteguhan kita dalam memegang prinsip. Namun, tak cocok dengan prinsip bukan berarti menjadi sebeb perpecahan. Di sini, bukan berarti lembek di atas keteguhan aqidah. Yang dimaksud adalah, harus tetap ada saling menghormati dalam hal muamalah. Konsekuensi sebuah prinsip pasti suatu saat akan berbenturan dengan prinsip lain. Maka kita harus menyadari, kita akan merasa tak nyaman dengan benturan tersebut, demikian juga orang lain yang berbenturan dengan kita. Namun, jangan jadikan ini sebagai alas an lantas kita menabuh gendering perang dengannya (selama benturannya tidak menyangkut masalah aqidah) sebab itu tadi, fungsi sebuah filter akan berkaitan erat dengan frekuensi yang akan dilewatkan olehnya. Insya Alloh, Alloh telah menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing karena Dia Maha Tahu amanah apa yang terbaik yang akan sanggup kita jalankan sesuai dengan potensi diri kita.
Sebaliknya, orang yang tak memiliki prinsip tentu tak akan berbenturan dengan prinsip mana pun. Sepintas, ini akan terlihat sebagai sebuah keleluasaan. Namun demikian, justru tanpa prinsip seseorang akan mudah terombang-ambing dalam samudra kehidupan ini. Sadar atau tidak sadar, ia sedang menuju ke sebuah ruang hampa, di mana tak lagi dapat ia temukan tujuan hidupnya.
Wallahu a’lam bishowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s