Gantungkan Roja Hanya pada Alloh


Pernahkah merasa kesal terhadap teman kita? Sementara kita merasa sudah melakukan segala hal untuk dirinya, ia tetap saja seakan tak pernah merasa kita bantu. Akibatnya, kita merasa kesal setengah mati kepadanya. Kita pun akhirnya mengungkit-ungkit betapa kita telah bersusah payah membantunya. Kita geram dan terus menerus mengeluh meskipun hanya di dalam hati kita.

Kita, manusia tercipta sebagai makhluk social, yang senantiasa membutuhkan orang lain dalam menjalani hidup ini. Untuk itulah lalu kita menjalin silaturahmi, bergaul dengan orang lain. Di atas jalinan silaturrahmi lalu akan tercipta saling mengerti, saling menghormati dan saling tolong menolong.

Sampai di titik ini, tidak ada yang salah dengan harapan kita akan pertolongan orang lain. Hal ini akan menjadi sebuah kesalahan besar jika lalu kita hanya terus menerus berharap balasan atas apa yang telah kita lakukan. Tidak bisa tidak, maka hal ini akan menjadi sebuah beban yang terus menambah berat langkah, sehingga hidup kita pun akan menjadi sempit karenanya.

Hidup ini terasa sempit jika kita hanya terus berharap. Apalagi, kita berharap pada makhluq-Nya, yang notabene adalah sama lemahnya dengan kita. Manusia tidak mempunyai kekuatan, sedangkan Alloh ta’ala adalah Yang Maha Kuat, Al ‘Aziz, Allohu Akbar! Lantas, mengapa masih terus berharap pada makhluq yang lemah?

Itulah manusia, makhluq yang dholim, yang selalu melakukan kesalahan. Maka hendaknya sesering mungkin kita beristighfar, minta ampun pada Alloh. Meminta ampun atas kesalahan, lalu memperbaiki kesalahan. Jika pun nantinya kita berbuat kembali kesalahan, maka istighfar, taubat lagi. Alloh Maha Pengampun, asalkan tidak kita niatkan untuk mengulang kembali kesalahan, apalagi jika terus menambah maksiat. Na’udzubillah.

Subhanallah, hidup memang untuk bergaul. Bergaul untuk berbagi. AKan tetapi, bayangkanlah kacaunya dunia ini jika masing-masing kita hanya mengharap sesuatu, bukan ingin member sesuatu. Maka, mari kita ubah paradigma “Apa yang sudah aku dapatkan” menjadi “Apa saja yang sudah aku beri”. Niscaya, dunia akan menjadi lebih indah, karena manusia kian berlomba untuk berbuat kebaikan, berlomba member kepada sesamanya.

Harapan kita, tak salah jika kita mengharap pertolongan manusia, selama harapan itu tidak lantas membatalkan aqidah kita. Namun, alangkah lapangnya hati ini jika harapan itu hanya kita tujukan kepada Alloh saja. Insya Alloh…

3 responses to “Gantungkan Roja Hanya pada Alloh

  1. Ahahaha…artikel ini aku buat untuk menyemangati diriku agar terus berharap pada ALloh saja!
    La tahzan! Innallaha ma’ana

  2. syikron artikelnya . .
    ijin copas ya . .🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s