Baru Hampir Seminggu


Hiruk pikuk kabar duka mantan orang nomor satu di negeri ini santer di mana-mana. Tulisan-tulisan pun banyak bermunculan, baik dari pihak pengagum maupun sebaliknya. Bahkan, ada yang bertanya padaku, apakah dia harus membenci atau mengagumi beliau alm. Wah, terlepas dari benar tidaknya tuduhan-tuduhan negatif yang ditujukan kepadanya, aku pikir buat apa repot-repot memusingkan apakah kita harus membenci atau mengagumi. Toh, yang pertama, ia telah tiada. Yang berikutnya, apakah rasa benci dan kagum itu memberi keuntungan untuk kita? Bukan benci atau kagum yang akan memberi keuntungan untuk kita, tapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari keberadaan dirinya semasa hidupnya. Jika memang benar banyak hal yang buruk, maka jangan kita tiru, segera enyahkan jauh-jauh. Sebaliknya seberapapun kebaikan yang ia punya, ambillah sebagai khasanah positif untuk kita adopsi.
Itu tadi hanya sedikit ulasan tentang sikap. Teringat ahad lalu, betapa seluruh stasiun televisi sibuk dan gencar dalam memonitor beliau, mulai saat-saat kritis hingga upacara pemakamannya. Di mana-mana orang pun sibuk membicarakannya. Sungguh, tak terasa jika itu baru saja terlewat seminggu yang lalu. Akan tetapi, keributan itu hanya berlangsung sebentar, karena dua hari setelah itu seolah tak ada lagi yang tersisa (kecuali efek dari apa-apa yang telah dilakukan oleh bapak alm, baik itu yang buruk seperti kebanyakan tuduhan maupun yang baik).
Kematian. Titik akhir sekaligus awal. Mengakhiri yang sebentar dan mengawali yang kekal. Kematian, betapapun kita berlindung dengan seribu aji dan jimat, tetap akan datang menghampiri. Kematian, betapapun banyak harta yang kita kumpulkan, tak kan ada yang dapat kita bawa pulang. Betapa banyak pengagum kita, tak kan dapat menolong kita, hanya mengantar hingga liang kubur. Kematian adalah saat kita mengetahui seberapa amal yang ikhlas kita lakukan, hanya itulah yang dapat menjadi penolong kita. Kematian adalah bahagia karena mengntarkan kita pada pertemuan agung dengan-Nya.
Selamat jalan Pak, semoga segala kebaikan yang pernah kau perbuat dapat meringankan hisab-Nya kelak. Adakah kau bahagia dengan kematian ini??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s