Terganggu Kalam Mu


terjaga di kelam malam-malam Mu

menikmati hiburan senandung kalamMu

senandung rekam bacaan Qur’an

semarak sunyi malam

mengerik sang jangkrik

melompat sang kodok kecil

beramai menikmati

tiba-tiba saja semua bubar

hati insan bergetar

perih rasanya mendengar

“Bisa kecilkan sedikit?, saya mau tidur…”

Astaghfirullah…

Subhanallah,

hati yang gundah perih lalu
ada hamba Mu yang terganggu
lantunan suci kalam Mu
aku berlindung pada Mu
a’udzubillahi min dzalik!!!
jagalah hatiku wahai Sang Kholiq
agar Qur’an senantiasa melekat di hati
lalu sikap pun menjadi bukti

———-

Aku sedih, mengapa ya banyak orang merasa risih dengan murotal? Bahkan dengan suara-suara yang lirih sekalipun. Memang, kita harus sesering mungkin membiasakan mendengar kalam Alloh, lantunan ayat suci Al Qur’an. Perlahan tapi pasti tinggalkan musik maksiat. Percaya ga percaya, saya sendiri sedikit merasa perbedaan, tatkala saya lebih sering mendengar Qur’an atau sebaliknya. Aku memang sampai sekarang belum meninggalkan musik maksiat, tapi aku bertekad terus secara bertahap akan meninggalkannya. Semoga Alloh memberi kekuatan serta kemudahan. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s