Kuhantar Kau dengan Doa, Adikku…


Adikku, ah sungguh di luar dugaan kami semua keputusanmu itu. Begitu sensasional bagi anggota keluarga besar kita, kau tau itu adikku? Ah ya, kau pasti telah memperhitungkan semuanya, aku tahu kau tak ingin berlama-lama terhanyut dalam zina, hubungan yang tak halal dan sangat rentan untuk kau terjerumus adzabNya yang perih. Na’udzubillah..

Adikku, maafkan aku jika selama ini aku kurang bersahabat denganmu sehingga karenanya kau jadi enggan terbuka denganku. Mungkin di matamu aku ini sok sibuk, mengurus ini itu di kampus. Ah, mungkin memang aku telah menjadi manusia yang asyik menyibukkan diri.Akan tetapi adikku, maafkan aku jika ini membuatmu harus mencari teman di dunia maya, yang tak nyata. Bahkan, kau kena marah beberapa orang karena sering pergi ke warnet. Maafkan aku ya dik..

Adikku, meski terus terang aku iri kepadamu, tetapi aku bangga padamu. Bukan, aku iri bukan karena kau melangkah terlebih dahulu. Aku iri akan keberanianmu dalam mengambil keputusan besar itu. Bahkan, sampai saat ini aku masih sering meragu, apakah aku mampu…

Adikku, kuantar kau bersama seluruh keluarga kami mengantarmumenuju episode hidupmu yang baru. Di sana kau kan dituntut kebesaran hati, kesabaran, dan keluasan pikir. Aku hanya bisa menghantarmu dengan doa.

Barakallohu laka wa baroka ‘alaika wa jami’a bainakuma fi khoir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s