Menoreh 1


Sabtu pagi yang cukup cerah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bulan Februari 23, berkumpul segelintir manusia di bawah pohon, di salah satu sudut fakultas teknik. Mereka bukan artis, juga bukan jagoan. Hanya segelintir manusia yang ingin meluruskan niat pengabdian.

Satu jam sudah dari waktu perjanjian semula. Itulah jam di Indonesia, sangat fleksibel. Akhirnya, kami semua berangkat menuju sebuah daerah di kabupaten Purworejo. Konon katanya, berada di perbukitan menoreh. Maka berangkatlah kami semua dengan segudang perasaan penasaran.

Menyusuri jalan Magelang, menuju arah Borobudur. Dari lokasi candi lalu menyisir ke arah barat lewat Salaman Magelang. Alhamdulillah, perjalanan cukup lancar meski sempat mengalami sedikit perasaan bingung karena sempat tersesat. Tepatnya mungkin bukan tersesat, hanya lupa belokan menuju Banyuasin di jalan raya Magelang Purworejo. Alhasil, setengah jam terlewatkan dengan dua kali balik arah.

Hampir dua setengah jam perjalanan untuk mencapai sebuah desa bernama Cacaban Kidul. Menempuh jalan sempit berkelok diiringi deretan pohon pinus yang berjajar rapi. Serasa memasuki sebuah dunia di luar batas. Ketenangan merasuk ke dalam jiwa. Melihat hijau pemandangan di kanan kiri jalan, pikiran pun menjadi segar.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s