Menoreh 2


Kami singgah di sebuah rumah milik sebuah keluarga yang luar biasa. Pak Lasin, panggilan akrab kepala keluarga pemilik rumah itu. Rumah yang sangat bersahaja, mencerminkan pemiliknya yang tak segan mendermakan harta untuk kemajuan pendidikan di daerah tersebut. Pak Lasin bukan orang kaya, melainkan sesuai dengan namanya beliau adalah seorang mukhlasin. Orang yang ikhlas. Kalau bukan karena keikhlasan, mungkin tak kan ada semangat memajukan pendidikan di sana.

Sampai menjelang adzan dhuhur kami pun berbincang panjang lebar. Mulai dari basa-basi bertanya kabar hingga sedikit pembicaraan mengenai tujuan kami ke depan. Berbicara kabar di menoreh, perkembangan warga belajar di sana, juga berbicara tentang pengajian. Sempat juga bagi kami untuk mengutarakan beberapa program ppm yang akan kami selenggarakan nantinya.

Selesai menikmati hidangan hasil olahan tangan istri pak Lasin, lalu sholat dhuhur berjamaah, kami bertolak dari rumah beliau untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan kami selanjutnya adalah sebuah tempat yang biasa dijadikan pusat belajar bagi para peserta kejar paket B. Berangkat menuju ke sana, kami diiringi pak Lasin beserta seorang teman seprofesinya, Bapak Miftahudin, salah satu pengajar kejar paket.

Perjalanan yang ditempuh memang tidak mencapai lima kilometer. Namun dengan medan berliku dan naik turun menjadi sebuah tantangan tersendiri. Ditambah dengan jalan yang sudah rusak cukup parah, perjalanan singkat itu memompa adrenalin tubuh. Menegangkan, menyedihkan, memukau, memesona.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s