Step DOwn atau Step up?!


Seorang teman bercerita tentang sebuah tema yang bakal jadi tugas akhirnya. Katanya sih, diilhami dari permasalahan yang sedang dihadapi sebuah rumah sakit swasta. Dia pun akhirnya buka mulut…

“Jadi ceritanya begini, di rumah sakit Bagus ada banyak peralatan medis yang diimport dari luar negeri akan tetapi tidak dapat digunakan karena supply-nya 110v (di luar sana listrik AC 110v sedangkan di Indnesia 220v),bisa tidak ya dibuat alat yang bisa menaikkan tegangan 110 ke 220?”

Ehm..

Rupa-rupanya ada kesalahan pemahaman di sini. Sebuah alat dengan supply sekian volt maksudnya adalah alat tersebut membutuhkan daya 110v untuk bisa berjalan. Bukan justru sebaliknya. Adapun jika alat tersebut diberi supply yang tidak sesuai dengan kebutuhan (misal 220 diberi 110 atau sebaliknya) bukan berarti tidak bisa berjalan secara mutlak akan tetapi tidak dapat berjalan sesuai dengan fungsinya juga akan merusak komponen-komponen yang ada di dalamnya.

Jadi gimana?

Solusinya, yang lebih tepat adalah dengan merancang sebuah alat konverter AC-AC yang dapat menurunkan tegangan 220 v ke 110 v (AC). Alat ini nantinya menjadi fasilitas dari supply listrik PLN 220v ke peralatan medis yang ada. Adapun untuk menurunkan tegangan bisa menggunakan berbagai macam cara. Bisa dengan memanfaatkan prinsip induksi (dengan transformer) atau dengan memanfaatkan penyulutan SCR yang kemudian keluarannya di chopping.

Mmm, permasalahan konverter dan hal-hal semacam ini bisa didapatkan di buku-buku power electronic. Buat kawanku yang sama-sama sedang pusing, mari berjuang bersama!:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s