Setitik Pencerahan


Kala itu, dunia yang sempit semakin sempit saja. Manakala pikir tak lagi jernih, hatipun tak lagi bersih. Semua menjadi kelabu tertutup awan mendung. Padahal, mentari tak pernah padam pijarnya. Masalah pun menampakkan dirinya satu per satu. Yang kecil lalu menjadi sangat besar.
(hehehe…opo to iki??)

Ya, begitulah kira-kira gambaran tentang diriku senin yang lalu. Ah, gara-gara mentok di satu hal, semua menjadi runyam, pikiran ruwet nggak karuan. Apakah memang seorang yang sedang mengerjakan tugas akhir menjadi sensitif? AH, mungkin ini patut menjadi penelitian tersendiri dengan mengukur seberapa besar tingkat kecnderungannya.

Alhamdulillah, Allah Maha Baik. Dia memberiku pembimbing yang penuh pengertian. Hingga aku pun tak menyadari akan imel beliau untukku. Setelah aku membaca imel dari beliau,aku langsung menuju kampus untuk bertemu. Setelah sejenak berbincang, maka solusi pun ditemukan. Alhamdulillah, dan terimakasih Bapak:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s