Semua Berawal dari ….


(dari Dauroh Ust Mahfudz sampai teater DOM)

Memang gak ada hubungannya antara dauroh oleh ustadz Mahfudz dengan pertunjukan teater DOM di societed (yaiyalah…). Daurah kala itu bertajuk “Membela kehormatan wanita muslimah”. Adapun teater DOM mengisahkan sebuah pemaknaan hidup oleh seorang tokoh di dalamnya.(Apakah sudah dapat kau lihat benang merah itu??)

Tulisan ini bukanlah sebuah tulisan perbandingan, juga bukan tulisan yang sarat akan ayat-ayat. Ya, karena aku bukanlah ‘ulama, aku hanyalah sosok manusia yang ingin memperjuangkan hak ku untuk berpendapat. Maka, di sini aku ingin sedikit berceloteh tentang sebuah jaman…

Sebuah jaman, di suatu ketika yang telah terjadi banyak kekacauan saat itu. Kekacauan melanda seluruh bumi, di berbagai bidang. Saat itu, dunia telah berubah menjadi abu-abu. Hitam dan putih sangat sulit untuk dibedakan. Yang kuat menindas yang lemah, sehingga yang tak punya kekuasaan akan menjadi gelandangan di negeri sendiri. Saat itu pula, terlahir “anak-anak yatim piatu” yang semakin memperburuk kondisi. Mereka bukanlah anak-anak yang tak punya ayah dan ibu, melainkan keadaan mereka lebih perih dari yatim piatu sesungguhnya. Demikianlah, gambaran betapa keadaan saat itu sangat mengerikan, mencekam, mengiris sanubari. Saat itu, wanita pun harus bisa menjadi lelaki. Bahkan, merekalah yang menuntut itu. Akibatnya, mereka harus kelelahan dalam kedua peran tersebut.

Yang ingin saya coba berbagi di sini hanyalah sebuah lintasan pikiran setelah saya mengikuti kedua acara tersebut. Alhamdulillah, jika ini hidayah. Astaghfirullah, jika ini salah. Semua yang terjadi, kekacauan-kekacauan itu sesungguhnya hanya ada satu obatnya. Kembali pada pedoman hidup yang telah Alloh berikan. Al Qur’an dan Al hadist yang telah Rasulullah saw wariskan, yang dengan berpegang keduanya maka manusia akan beroleh kebahagiaan dunia maupun akhirat yang kekal.

Tentang hidup, dari mana dan mau ke mana kita, polemik kehidupan beserta solusinya. Hakikat hidup semuanya telah dijelaskan dengan gamblang oleh dien yang haniif ini. Sebagaimana Alloh telah berfirman dalam Adz-Dzariyat ayat ke 56, bahwasanya jin dan manusia IA ciptakan hanya untuk beribadah pada-Nya. Dunia adalah tempat bercocok tanam, menabur benih amal untuk dipanen saat yang kekal nanti. Kefanaan dunia mengisyaratkan bahwa hidup akan berakhir dengan kematian sebagaimana firmanNya, “Kullu nafsin dzaiqotul maut..”, bahwa setiap yang hidup pasti akan mati.

Begitu juga tentang wanita, ia telah dimuliakan oleh Alloh dalam syariat yang karim ini. Mengemban tugas hidup yang tentunya berbeda dengan lelaki, karena ia dibekali potensi yang berbeda pula. Wanita dan lelaki, keduanya mulia. Perbedaan bukan untuk saling menghujat, tetapi saling melengkapi. Semoga Alloh senantiasa memberi hidayahNya pada kita semua.

(gak ngeh?salah siapa gag ikut kajian ama gag tau DOM,hehehe…^^)

2 responses to “Semua Berawal dari ….

  1. Ralat mbak, yang benar Ust. Mahful (bukan Mahfudz)

  2. jazakallah ralatny…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s