KKN oH….KKN


I. Program Pendampingan Belajar (Tutorial)

Program pendampingan belajar berupa kegiatan tutorial bagi para warga belajar yang meliputi materi-materi pembelajaran kurikulum SMP, yaitu di bidang-bidang matematika, sains, dan ilmu sosial.

Tutorial dilakukan dengan metode interaktif maupun konvensional dengan lebih menitikberatkan pada praktek-praktek sederhana yang memudahkan pemahaman. Pendampingan belajar dilakukan selama berlangsungnya kegiatan KKN baik dalam pertemuan formal maupun informal.

II. Program Pembelajaran Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT)

A. Tujuan

1. Memberikan keterampilan peserta dalam penggunaan komputer dan pemanfaatan internet.

2. Meningkatkan kompetensi lulusan kejar paket B agar siap bersaing di dunia kerja dimana keterampilan computer sangat dibutuhkan.

3. Meningkatkan tingkat penjualan produk UKM setempat dan sekaligus membuka wawasan bisnis optimal.

4. Mengenalkan potensi wisata daerah Perbukitan Menoreh kepada Instansi Pemerintah, Investor, dan masyarakat luas melalui internet dan proposal pemberdayaan potensi.

B. Sasaran

Peserta Program Kejar Paket B di Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono. Jumlah total peserta sekitar 147 orang, dibagi dalam 5 kelompok belajar masing-masing sekitar 30 orang. Peserta terdiri atas pemuda-pemudi dan orang dewasa yang umumnya berpenghidupan dari sektor pertanian dan peternakan potensial, serta UKM.

C. Hasil yang diharapkan

1. Peserta mengerti cara manajemen data,instalasi software, dan perawatan komputer.

2. Peserta mahir dalam menggunakan aplikasi perkantoran baik pengolah kata, pengolah angka, dan presentasi.

3. Peserta mampu menghimpun informasi dari internet melalui browsing dan searching, mampu membuat email, serta memahami cara registrasi.

4. Peserta yang berbakat dan mempunyai minat yang tinggi dapat diajari pengetahuan komputer dan internet tingkat lanjut seperti desain grafis, perbaikan komputer, blogging,dan desain web.

5. Prasarana Kegiatan

1. Laptop : 12 buah.

2. Komputer PC : 4 buah ( 1 buah untuk trainer di depan).

3. Modul pelatihan : 210 buah.

4. Sound system.

5. Soal Ujian.

6. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Tempat :

Kelompok Belajar I di Dusun Joko Kasihan Desa Cacaban Kidul

Kelompok Belajar II di Dusun Benowo Desa Cacaban Kidul

Kelompok Belajar III di Desa Pekacangan

Kelompok Belajar IV di Desa Pekacangan

Kelompok Belajar V di Desa Medono

Waktu : Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 minggu, mulai tanggal 8 Juli – 23 Agustus 2008.

III. Pelatihan Elektronika

Pelatihan Elektronika ini dilakukan bekerjasama dengan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

A. Tujuan

Memberikan ketrampilan dalam bidang elektronika praktris.

B. Hasil yang Diharapkan

Peserta memperoleh pemahaman tentang peralatan elektronis yang dapat diterapkan untuk membuat alat elektronik sederhana dan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan pada suatu peralatan elektronik.

C. Sasaran

Peserta terpilih dari Program Kejar Paket B di Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono. Jumlah Peserta total adalah sesuai pemberitahuan lebih lanjut oleh pihak Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

D. Pelaksanaan

Pada masa Juli – Agustus dengan tanggal terperinci adalah sesuai pemberitahuan lebih lanjut oleh pihak Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

E. Pemateri

Tim pelaksana dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan tim pendamping dari mahasiswa KKN Tematik UGM.

IV. Fun English

A. Tujuan

Memberikan kemampuan berbahasa dalam hal tata bahasa sederhana dan kemampuan berbicara tingkat dasar

B. Sasaran

Peserta dari Program Kejar Paket B di Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

C. Hasil yang Diharapkan

1. Peserta memperoleh pengalaman dalam melakukan komunikasi bahasa inggris aktif.

2. Peserta dapat memahami percakapan dasar dalam bahasa inggris.

D. Pemateri

Pemateri adalah para mahasiswa KKN Tematik UGM

E. Prasarana Kegiatan

1. Modul pelatihan : 210 buah.

2. Viewer

3. Layar viewer

4. Sound system.

5. Soal Ujian.

V. Penyuluhan Pengelolaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Pelaksanaan program ini ditujukan untuk mengelola UMKM secara tepat dalam sisi ekonomi. Peserta program ini merupakan para pengelola UMKM di Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono. Program ini meliputi:

1. Pendampingan UMKM :

Dimaksudkan untuk memberi pengetahuan kepada warga desa tentang UMKM itu sendiri termasuk di dalamnya tentang manajemen keuangan UMKM supaya antara keuangan pribadi dan UMKM dipisahkan. Program ini akan dijalankan dengan cara :

· Diadakan penyuluhan, berupa pendampingan/mentoring agar warga bisa lebih aktif bertanya dan lebih paham apabila melalui pendekatan seperti ini.

· Memberikan semacam handout / modul dimaksudkan agar materi yang belum sempat disampaikan bisa dibaca oleh warga melalui handout tersebut.

2. Membuat Bisnis Plan

Dimaksudkan agar warga dapat dengan matang membuat suatu perencanaan bisnis yang akan mereka buat tentunya dengan metode-metode bisnis plan yang benar. Selain itu dengan kita memberikan pengetahuan kepada mereka tentunya dapat membuat mereka lebih dapat memilih bisnis mana yang akan mereka jalankan agar dapat mendatangkan hasil yang baik. Program ini akan dijalankan dengan cara :

· Memberikan rekaman dalam bentuk kaset/CD yang dimaksudkan agar warga dapat menerima materi lebih mudah dan tidak cepat hilang serta dapat digunakan lebih lama.

· Memberikan modul yang juga dapat dipergunakan warga untuk membaca materi-materi yang akan disampaikan.

3. Desain Produk

Program ini sebetulnya dimaksudkan untuk membantu warga dalam hal peningkatan nilai suatu produk/barang yang dihasilkan warga setempat agar apabila dipasarkan/dijual produk tersebut dapat mempunyai nilai yang lebih baik daripada sebelumnya serta dapat menarik perhatian konsumen pula. Program ini akan dijalankan dengan cara :

· Pemberian handout

· Memberikan contoh besek yang telah dimodifikasi sehingga harga jual dari besek tersebut bisa lebih besar dari sebelumnya. Karena sebelumnya warga mengeluh bahwa penjualan besek disana kurang laku dan harganya pun rendah.

VI. Desaku Sehat

1. Penyuluhan Kesehatan Gigi

A. Penyuluhan Peningkatan Oral Hygine dan Pemeliharaan Diri/Umum

Menjaga kebersihan mulut merupakan salah satu jalan untuk menjaga kesehatan, karena kesehatan mulut berpengaruh terhadap kesehatan badan. Kesehatan mulut dan kesehatan umum saling berhubungan, sehingga keadaan yang tidak normal di dalam mulut dapat berdampak pada tubuh, begitu pula sebaliknya keadaan yang tidak normal dalam tubuh dapat berdampak pada mulut.

I. Tujuan

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebersihan mulut

2. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan kesehatan diri/umum agar kesejahteraan hidup masyarakat dapat meningkat.

3. Meningkatkan kebersihan mulut dan kebersihan diri/umum masyarakat

II. Hasil yang Diharapkan

Menumbuhkan sikap kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan mulut dan kebersihan diri/umum melalui pemahaman yang tepat dan benar mengenai pemeliharaan mulut, diri serta umum.

III. Sasaran

Masyarakat usia remaja dan dewasa.

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada pagi hari di balai pertemuan yang sudah ditentukan. Pelaksanaannya akan dimulai sekitar jam 9.00 WIB selama lebih kurang 3 jam. Masyarakat diberikan penjelasan mengenai pemeliharaan kebersihan mulut yang tepat dan benar serta pemeliharaan kesehatan diri/umum.

Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

09.00-09.30 WIB : Persiapan panitia

09.30-10.00 WIB : Prolog

10.00-11.30 WIB : Penyuluhan pemeliharaan kebersihan mulut, diri serta umum

11.30-12.00 WIB : Penutup

B. Penyuluhan Pencegahan Karies Sejak Usia Dini

Karies adalah suatu kerusakan pada jaringan keras gigi akibat proses demineralisasi. Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan karies gigi, antara lain sisa makanan, rendahnya oral hygiene, atau cara menyikat gigi yang salah. Adanya karies dapat memicu berbagai penyakit gigi dan mulut lainnya. Untuk itu pencegahan karies gigi perlu dilakukan seseorang sejak usia dini, sebelum proses karies berlansung. Hal ini dimaksudkan supaya kegiatan pencegahan karies gigi akan menjadi suatu kebiasaan hingga dewasa kelak, sehingga terjadinya karies gigi dapat ditekan seminimal mungkin.

I. Tujuan

Memberikan pengetahuan yang cukup kepada masyarakat tentang cara mencegah penyakit karies gigi, sehingga kejadian karies gigi dapat ditekan seminimal mungkin

I. Hasil yang Diharapkan

Menumbuhkan sikap yang tepat, khususnya bagi anak-anak tentang cara-cara tindakan pencegahan karies gigi.

II. Sasaran

1. Anak-anak usia prasekolah

2. Anak-anak usia TK, dan SD

3. Ibu-ibu warga Desa Cacaban Kidul

III. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini diaksanakan pada periode KKN, bertempat di rumah Kadus.

C. Penyuluhan Sederhana pada Sakit Gigi

I. Tujuan

a. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebersihan mulut

b. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan kesehatan diri/umum agar kesejahteraan hidup masyarakat dapat meningkat.

c. Meningkatkan kebersihan mulut dan kebersihan diri/umum masyarakat

II. Hasil yang Diharapkan

Menumbuhkan sikap yang tepat dalam mengambil keputusan pada saat mengalami sakit gigi.

III. Sasaran

Peserta penyuluhan adalah seluruh warga Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Penyuluhan dilaksanakan saat periode KKN, bertempat di balai desa Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

2. Penilaian Status Gizi Anak dan Balita

Anak SD dan balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik dan seimbang diperlukan gizi yang cukup. Pengukuran tinggi badan dan berat badan merupakan salah satu cara untuk menilai status gizi anak tersebut. Kemudian dinilai apakah anak tersebut termasuk bergizi baik atau buruk. Para orang tua diberi tahu mengenai status gizi anak tersebut, pengarahan tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan, serta pemberitahuan mengenai bahan makanan yang mengandung gizi yang cukup baik untuk pertumbuhan anak.

I. Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai dan menentukan status gizi anak-anak SD dan balita apakah tergolong bergizi baik atau buruk.

II. Hasil yang Diharapkan

Dapat meningkatkan status gizi anak SD dan balita desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

III. Sasaran

Peserta kegiatan ini adalah anak-anak SD dan balita di desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan saat periode KKN, bertempat di SD Cacaban Kidul dan balai desa Desa Cacaban Kidul.

3. Penyuluhan P3K Pada Keluarga

Kondisi medan jalanan di perbukitan Menoreh yang cukup sulit, jalanan yang berkelok-kelok dengan tebing yang cukup curam menyebabkan jalan tersebut rawan kecelakaan. Dengan melihat kenyataan terdapatnya keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan serta tenaga medis menuntut warga untuk dapat melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi kecelakaan.

I. Tujuan

Memberi pelatihan P3K kepada warga. P3K yaitu Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. P3K meliputi penyuluhan mengenai penanganan terhadap luka, pengobatan luka, evakuasi, mengantarkan korban kecelakaan, dan lain sebagainya.

V. Hasil yang Diharapkan

Warga dapat melakukan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan baik kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan lainnya.

VI. Sasaran

a. umum : warga desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

b. khusus : anggota karang taruna desa Cacaban Kidul

VII. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Penyuluhan dilaksanakan saat periode KKN, bertempat di balai desa Desa Cacaban Kidul, Pekacangan, dan Medono.

4. Penyuluhan Tentang Perbaikan Gizi

A. Penyuluhan Tentang Perbaikan Gizi pada Balita

Masa Balita merupakan masa kritis dalam tumbuh kembang anak, karena pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada masa berikutnya. Anak yang kekurangan gizi akan terpengaruh perkembangan otaknya karena jaringan otak anak yang tumbuh normal akan mencapai 80% berat otak orang dewasa sebelum berumur 3 tahun, sehingga apabila pada masa ini terjadi gangguan gizi kurang, dapat menimbulkan gangguan fisik maupun mental. Anak yang kurang gizi juga akan menurunkan daya tahan tubuhnya terhadap infeksi sehingga mudah sakit misalnya diare, tifus, ISPA, Tuberkulosa, dsb.

Penyakit gangguan gizi seperti kurang energi dan protein (KEP) merupakan penyakit gangguan gizi yang sangat penting bagi negara berkembang di Asia khususnya Indonesia. Keadaan ini biasanya terjadi pada golongan umur anak-anak di bawah 7 tahun, karena anak-anak dari golongan sosio-ekonomi rendah jarang mengunjungi balai pengobatan.

Perbaikan status gizi bergantung dari pemberian makanan sehari-hari pada anak-anak, yang harus mengandung cukup energi maupun zat-zat gizi esensial. Asupan bahan makanan yang kurang maupun berlebihan terus-menerus akan mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.

I. Tujuan

1. Meningkatkan gizi masyarakat khususnya anak-anak balita.

2. Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang makanan bergizi agar anak-anak mereka mendapat makanan yang lebih baik mutunya

II. Hasil yang Diharapkan

Menumbuhkan sikap kepedulian orangtua dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka melalui asupan makanan yang bergizi.

III. Sasaran

Anak-anak balita

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada pagi hari di balai pertemuan yang sudah ditentukan. Pelaksanaannya akan dimulai sekitar jam 8.00 WIB selama lebih kurang 4 jam dalam 2 kali pertemuan. Sebelum pemberian makanan bergizi, masyarakat khususnya orangtua dari anak-anak balita tersebut diberi penyuluhan mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi pada balita. Setelah dilakukan penyuluhan, panitia memberikan makanan bergizi (burjo atau susu) kepada anak-anak balita tersebut.

Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

08.00-08.30 WIB : Persiapan panitia

08.30-09.00 WIB : Prolog

09.00-10.30 WIB : Penyuluhan gizi

10.30-11.30 WIB : Pemberian makanan bergizi

11.30-12.00 WIB : Penutup

B. Penyuluhan Gizi pada Lanjut Usia

Menurut data penduduk internasional yang dikeluarkan oleh Bureau of The Census USA (1993) dilaporkan bahwa Indonesia pada tahun 1990 hingga 2025 akan mempunyai kenaikan jumlah usia lanjut sebanyak 414%, suatu angka paling tinggi di seluruh dunia. Penduduk Indonesia dewasa ini mengalami peningkatan usia harapan hidup, hal ini berarti semakin banyak penduduk Indonesia yang akan menjalani masa tuanya.

Ketuaan yang terjadi pada seseorang merupakan suatu proses menuanya sel-sel yang terdapat di dalam tubuh orang tersebut. Proses penuaan tidak dapat dicegah, namun proses terjadinya perubahan degenerasi dapat diperlambat. Peristiwa penuaan dipengaruhi oleh keadaan fisik, keadaan gizi, aktifitas dan hubungan antar manusia yang sehat. Beberapa ahli mengatakan bahwa proses menua adalah penimbunan semua perubahan yang menyertai bertambahnya usia, akibatnya terjadi peningkatan kemungkinan untuk sakit atau mati. Banyak sekali penyakit yang biasa menimpa usia lanjut seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, obesitas dan lain-lain dimana penyakit tersebut biasanya timbul karena asupan makanan yang salah.

I. Tujuan

1. Memperbaiki gizi masyarakat lanjut usia.

2. Memberikan pemahaman kepada masyarakat usia lanjut tentang gizi yang cocok untuk lanjut usia agar terhindar dari penyakit.

V. Hasil yang Diharapkan

Menumbuhkan sikap kepedulian masyarakat lansia dalam menjaga kesehatannya melalui asupan makanan yang bergizi dan cocok untuk usia lanjut.

VI. Sasaran

Masyarakat usia lanjut.

VII. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada pagi hari di balai pertemuan yang sudah ditentukan. Pelaksanaannya akan dimulai sekitar jam 10.00 WIB selama lebih kurang 5 jam. Masyarakat lansia tersebut diberi pedoman dalam memilih makanan sehat dan cocok bagi usia lanjut. Setelah dilakukan penyuluhan, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan vital sign seperti tekanan darah dan kemudian masyarakat lansia tersebut diberikan saran untuk mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

09.00-09.45 WIB : Persiapan panitia

09.45-10.00 WIB : Prolog

10.00-11.00 WIB : Penyuluhan pedoman makanan sehat untuk lansia

11.00-13.30 WIB : Pemeriksaan tekanan darah & konsultasi sederhana

13.30-14.00 WIB : Penutup

5. Sikat Gigi Massal

Kesehatan gigi dan mulut memiliki arti penting yang sangat berarti dalam kesehatan tubuh secara umum. Adanya penyakit pada gigi dan mulut tentunya akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh lainnya. Tentunya hal ini juga akan mengganggu kenyamanan seseorang karena di dalam mulut merupakan tempat pertama untuk meletakkan dan memproses makanan. Namun kesehatan gigi dan mulut masih kurang diperhatikan oleh masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Rendahnya pengetahuan akan kesehatan menyebabkan masyarakat itu sendiri tidak menyadari bahwa di dalam mulut merupakan tempat produktif untuk timbulnya suatu penyakit. Masyarakat baru merasakan dampaknya setelah terkena penyakit itu sendiri. Sedangkan upaya penyembuhan pada dokter gigi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terutama pada masyarakat pedesaan terpencil yang tenaga kesehatan terutama kesehatan gigi masih sangat minim, bahkan sulit terjangkau karena tidak tersedianya dokter gigi di puskesmas terdekat.

Dengan demikian dibutuhkan suatu tindakan pencegahan agar penyakit gigi dan mulut ini dapat diminimalisir sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Salah satu tindakan pencegahan yang paling efektif serta mudah dijangkau masyarakat adalah menyikat gigi. Proses ini akan dilakukan secara massal agar tujuan pembelajaran bersama dapat tercapai. Dengan program ini masyarakat akan diberitahu tentang pentingnya menyikat gigi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut serta cara menyikat gigi yang benar.

I. Tujuan

1. Menumbuhkan rasa cinta kebersihan mulut pada siswa SD

2. Pengetahuan pentingnya menyikat gigi dalam mencegah penyakit gigi dan mulut.

3. Memberi penjelasan sikat gigi yang benar

II. Hasil yang Diharapkan

1. Siswa dapat menjaga kebersihan mulut

2. Siswa sadar akan pentingnya menggosok gigi yang benar

3. Siswa dapat melanjutkan informasi ke masyarakat umum lainnya.

III. Sasaran

Siswa SD kelas I – VI

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada siang hari disebuah SD, menggunakan halaman yang mampu menampung sedikitnya 100 orang. Acara ini diselenggarakan pada 1 titik yaitu di SD setempat yang menjadi obyek KKN kali ini. Panitia akan mengajak Guru SD tersebut untuk membantu mensukseskan acara ini.

Pelaksanaannya dimulai sekitar pukul 12.00 WIB selama lebih kurang 2 jam dengan peserta siswa klas I – VI. Acara ini dimulai dengan melakukan penjelasan tentang pentingnya kebersihan yang kemudian dilanjutkan dengan sikat gigi masal.

Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

12.00 – 09.30 : persiapan

12.30 – 13.00 : pengarahan

13.00 – 13.30 : pembuatan tempat sampah

13.30 – 14.00 : penutup

6. Pembentukan Dokter Gigi Kecil Kesehatan Gigi Masyarakat

Kesehatan gigi di dalam masyarakat merupakan salah satu bidang kesehatan yang seharusnya mendapat perhatian lebih di mata masyarakat. Sebagian masyarakat desa secara umum kurang memahami arti pentingnya kesehatan gigi dan mulut terutama dalam pengaruhnya terhadap kesehatan umum. Pemahaman akan timbulnya penyakit gigi dan mulut yang berpengaruh terhadap seluruh tubuh atau sebaliknya ini sebenarnya yang masih kurang diperhatikan oleh masyarakat terutama masyarakat desa. Kesehatan tubuh yang baik tentu akan mempengaruhi terhadap kesejahteraan hidup mereka baik secara lahir maupun bathin.

Untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan tentunya harus dilakukan secara berkaitan. Antara kesehatan umum dengan kesehatan gigi dan mulut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Usaha-usaha inilah yang harus terus ditingkatkan terutama dalam masyarakat pedesaan. Dengan peran aktif dalam masyarakat maka dapat menunjang tujuan ini agar semakin berhasil.

Akan tetapi pemberdayaan tentunya tidak selalu ditujukan kepada masyarakat dewasa. Terkadang peran anak-anak sering lupa untuk dilibatkan dalam tujuan-tujuan kesehatan. Kebanyakan anak, hanya digunakan sebagai target atau sasaran dalam program kesehatan itu sendiri. Anak-anak, merupakan bagian dari masyarakat yang dalam usianya sedang mengalami proses tumbuh kembang. Pada usia ini anak-anak masih dalam pengarahan proses pembelajaran atau secara formal disebut dengan sekolah. Daya tangkap anak juga mengalami perkembangan pesat dibanding orang dewasa dengan tingkat keingintahuannya yang tinggi. Untuk itulah, dalam program peningkatan kesehatan gigi dan mulut ini, anak-anak digunakan sebagai media penghubung infomasi serta pelatihan pada anak untuk menjadi seseorang yang lebih profesional dibanding mayarakat umumnya sekitarnya. Pembinaan ini disebut juga dengan Dokter Gigi Kecil. Dokter Gigi Kecil ini diarahkan untuk mengetahui pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Dengan pembentukan Dokter Gigi Kecil diharapkan anak-anak mengetatui dan menerapkan suatu tindakan sesuai aa yang mereka dapatkan saat pembinaan. Adanya kegiatan Pembentukan Dokter Gigi Kecil ini akan dilanjutkan dengan pembinaan.

I. Tujuan

1. Menerangkan kepada siswa peran Doker Gigi Kecil

2. Membentuk Dokter Gigi Kecil

3. Pembinaan kepada Dokter Gigi Kecil terpilih

II. Hasil yang Diharapkan

1. Siswa mampu memahami pentingnya pembentukan Doter Gigi Kecil

2. Siswa mampu mengaplikasikan peranan sebagai Dokter Gigi Kecil

III. Sasaran

Siswa SD

IV. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini diselenggarakan pada siang hari saat siswa pulang sekolah. Perwakilan siswa dari kelas IV, kelas V dan kelas VI diberikan pengarahan seputar Dokter Kecil. Setelah pengarahan selesai diambil perwakilan sebanyak 4 (empat) anak dari kelas IV dan kelas V serta 3(tiga) dari kelas VI. Tempat pelaksanaan adalah di SD Cacaban Kidul, pekacangan, dan Medono. Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

10.00-13.00 WIB : Persiapan acara (tempat, peserta dan peralatan)

13.00-14.00 WIB : Pengarahan Calon Dokter Gigi Kecil

14.00-15.30 WIB : Acara Inti

15.00-16.00 WIB : Penutupan

VII. Workshop Teknologi Pangan

Workshop teknologi pangan merupakan pelatihan memasak sehat untuk memperkenalkan diversifikasi pengolahan bahan pangan khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Selain itu, perserta juga diberi pengetahuan gizi. Diantara materi yang akan disampaikan dalam workshop ini yaitu:

a. Pembuatan nugget dan bakso lele

b. Pembuatan aneka kue singkong

c. Pembuatan bola-bola mie

d. Pengolahan susu kedelai


VIII. Independent Week Event (Peringatan Dirgahayu Republik Indonesia)

Peringatan Kemerdekaan RI akan digelar dengan acara-acara perlombaan yang dimaksudkan sebagai ajang evaluasi program maupun sebagai ajang merekatkan persaudaraan antara mahasiswa dengan warga.

Selama kurang lebih satu minggu akan diselenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

A. Evaluasi Program

Program-program bagi warga belajar akan dievaluasi melalui lomba-lomba antara lain:

1.Olimpiade Sains kejar paket B se- Kecamatan Bener

2. Lomba pidato Bahasa Inggris

3. Lomba Mengetik

4. Lomba Masak Sehat

B. Lomba Olahraga

Lomba olahraga dimaksudkan untuk merekatkan persaudaraan antara mahasiswa dan warga desa, antara lain:

1. Pertandingan Voli Hijab

2. Pertandingan Futsal Topeng

C. Lomba anak

Beberapa lomba yang diselenggarakan khusus untuk anak antara lain:

1. Lomba Hafalan Qur’an (Putra & Putri)

2. Lomba Adzan (Putra)

3. Lomba Kaligrafi (Putri)

4. Lomba Puisi untuk Ibu (Putra & putri)

Berikut dapat di download rincian anggaran

rincianggaran1

Kegiata ini digagas oleh:

Tim KKN Menoreh cinta

FAM PII DIY

LPPM UGM

6 responses to “KKN oH….KKN

  1. Kami hanyalah fasilitator dari kepedulian anda sekalian thdp pendidikan bangsa, info dan tindak lanjut bisa menghubungi:
    Noor (085292867417)
    Anjar (0274 6836675)

  2. Ngomong2 menoreh saya juga dulu KKN disana, tepatnya di Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, deket waduk sermo.
    Saya juga pernah ngadain kegiatan PKMM pemberdayaan masyarakat di sana merintis usaha Nata de Coco dan VCO.
    Ok kalo Allah mengijinkan dan masih ada waktu, Insya Allah saya bisa bantu sesuai kemampuan saya.
    Apa yang harus dilakukan seperti saya?
    Thanks
    Fauzi!!

  3. oh ya ni no hp ku
    081578967306.

  4. say..
    kamu kkn dari kapan ampe kapan??

    dimana?

  5. makasih mas fauzi, nanti tak hubungi
    mbak ilma, aku kkn Juli-Agustus, Insya Alloh

  6. wow keren nih program KKN – nya, sukses ya.. kayaknya bakalan sibuk bgt nih, jgn lupa jaga kesehatan lho..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s