Insinyur (ngurus) Kambing, Why not??


Maaf nih sebelumnya, aku nulis ini bukan bermaksud nyindir tapi sebaliknya. Appreciate banget deh buat seorang temanku yang merasa dirinya seperti judul tulisan ini. Gimana ga salut meski di sana sini terus dimaki tetapi tetap berlalu dengan penuh percaya diri. Menjalankan apa yang diyakini, tak peduli orang mau bilang apa. Barangkai itulah prinsip yang dianut.

Sudah-sudah, inti dari pembicaraan ini bukannya membicarakan temanku (nanti malah dia kegeeran :p). Miris aja melihat sebagian besar teman-teman yang punya idealisme menyedihkan.Hiks..menyedihkan? Apa namanya kalo ga menyedihkan, sebab dengan idealisme itu akan semakin menggemukkan negara2 kapitalis, ‘mengeruk’ kekayaan alam sendiri untuk diserahkan kepada mereka. Sebaliknya, mereka mencaci maki habis-habisan seorang yang mengerjakan sesuatu diluar latar belakang akademisnya. Tentu ini bukan sebatas bagi para “juragan” kambing, apapun yang mereka anggap di luar profesi keteknikan lantas hanya dilihat sebelah mata. Padahal bisa jadi beberapa tahun kemudian situasi berbalik. Mereka yang awalnya mencaci, datang berbondong-bondong pada orang yang dicaci untuk ‘dipekerjakan’.

Kambing, ya karena  pembicaraan  ini mengacu pada hewan ternak bernama kambing,  seringkali  dianggap sebagai  hewan  “underground”  bagi  para manusia yang telah merasa dirinya ada di kelas atas. Herannya lagi, alih-alih menganggap ‘kotor’ si kambing tapi mereka doyan banget kalo disuguhin sate kambing, gule kambing, atau tongseng kambing. Makanan-makanan yang berbau-bau kambing itu kan termasuk “high class” alias harganya selangit :d (tapi juga sumber penyakit :p)

Lo, kok malah ngomongin makanan… Berhubung bingung mau dibawa ke arah mana pembicaraan kita ini, langsung saja kesimpulan nya. Bukankah Alloh telah berfirman yang kira-kira berisi demikian,”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik untukmu, atau kamu mencintai sesuatu padahal itu belum tentu baik untukmu”. Alloh pun mengingatkan kita untuk jangan berputus asa dari rahmat-Nya.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah, bagi para pencari lapangan pekerjaan bukalah mata lebar-lebar akan peluang-peluang yang ada, apapun  asal masih dihalalkan. Sebaliknya, jangan sekali-kali memicingkan sebelah mata pada hal-hal yang sekiranya tidak berhubungan dengan latar belakangmu, bisa jadi itulah jalanmu. Jangan anggap remeh, hal sekecil apapun butuh ilmu untuk mengerjakannya.

Wallahu a’lam, bagi yang mau mengikuti jejak para “juragan” kambing, boleh saja cari informasi sebanyak-banyaknya. (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s