Bukan Sekedar KKN


Kuliah Kerja Nyata, kegiatan yang satu ini seringkali dipelesetkan menjadi “Kisah Kasih Nyata”. Meski hanya pelesetan, tetapi saya melihat adanya suatu sebab di sana. Nggak jarang diantara mereka yang sedang KKN terkena cinlok alias cinta lokasi dan akhirnya jadian atau bahkan sampai ke pelaminan (kalo yg ini sih mending, daripada cuma pacaran ga jelas😀 )

Jika mau diadakan survei lebih lanjut, saya kira masih lebih banyak mahasiswa yang melaksanakan KKN sekedar sebagai sarat kelulusan. Alhasil, kinerja KKN di lapangan menjadi tidak ada atau bahkan negatif. Hal ini juga lah yang barangkali lalu dimanfaatkan oleh “oknum” warga tempat KKN untuk “memeras” para mahasiswa. Bisa dilihat, banyak sekali kegiatan KKN yang isinya “plangisasi”,”pelampuan”, dan atau kegiatan-kegiatan “kuli” lainnya. Tidak selamanya buruk, barangkali ada baiknya juga untuk menjadi “pelajaran” bagi mereka yang tak pernah merasakan “pahitnya” hidup. Akan tetapi, menjadi sangat memprihatinkan tatkala sebagian mahasiswa hanya “numpang nama” dalam kelompok KKN nya.

Fenomena KKN memang cukup krusial, barangkali itulah sebabnya tidak semua perguruan tinggi mewajibkan KKN sebagai syarat kelulusan. Namun, saya bisa merasa sedikit bangga ketika Universitas Gadjah Mada mempertahankan eksistensi KKN. Bahkan konon katanya sedang berusaha meraih sertifikasi ISO untuk kegiatan yang satu ini. Sampai di titik ini saya sangat sepakat dan mengapresiasi. Hanya saja masih banyak perkara yang perlu dibenahi di sana-sini. Oke, karna pada kesempatan ini saya tidak ingin memperbincangkan lebih jauh soal itu, anggap saja itu sebagai proses di mana manusia pasti punya kesalahan🙂

Sebenarnya jika mahasiswa telah memiliki kesadaran yang tinggi akan fungsional mereka di mata masyarakat, KKN dapat dijadikan sebagai salah satu jenjang pembelajaran. Justru di sana terdapat pembelajaran yang sangat kompleks. Belajar dalam arti sesungguhnya, yaitu melatih ketajaman indera sosial. Sudah selayaknya sebagai mahasiswa kita menjadi partner bagi masyarakat awam. Kita yang lebih beruntung, melihat masalah apa yang ada pada masyarakat, lalu berpikir adakah solusi yang bisa digarap bersama-sama masyarakat untuk membangun desa mereka.

Namun, tidaklah mudah untuk mencapai kesadaran pada tataran tersebut. Di kelompok KKN saya saja misalnya, ada beberapa teman yang memang memiliki kekritisan lebih menonjol yang lalu dengan ringn hati “jumpalitan” mengolah bahan-bahan untuk keberlangsungan KKN yang akan kami garap. Di pihak lain, masih lebih banyak yang seolah melaksanakan KKN dengan paradigma “sarat kelulusan”. Apa hendak dikata, itulah manusia. Terus terang, saya pun sempat goyah di tengah jalan. Hal itu karena terlalu banyak faktor yang memengaruhi hidup saya. Namun, demi melihat teman-teman yang pantang menyerah semangat saya terbakar kembali, ghiroh saya terpompa kembali. Perlahan-lahan saya  kumpulkan energi, untuk bangkit agar KKN saya tidaklah sekedar KKN. Alangkah indahnya jika KKN itu benar-benar menjadi “kisah kasih nyata”, ajang berbagi kasih dengan saudara-saudara kita di mana kita mengadakan KKN itu.

5 responses to “Bukan Sekedar KKN

  1. kalo saia sebagai peserta KKN.. saia semangad sekali buat KKN.. coz.. bisa bantu banyak banget.. karna ilmu bermasyarakat datengnya dari sini.. kapan lagi ketemu masyarakat luas dan menerapkan ilmu yang kita punya.. iya g sie.. klo masalah kisah kasih nyata.. saia mau ituh.. ya kan sambil menyelam minum air.. syapa tau ada yang berkenan di hati.. hohohoho…

  2. sy emang bukan tipe “jumpalitan” tp sy jg bukan tipe “pengejar nilai semata”. yg jelas ni mbak, sy g nyesel ma keputusan sy ikut kelompok KKN ini. ternyata SAYA BAHAGIA. bener bgt kl KKN adalah tempat pembelajaran yang sesungguhnya. sy belajar byk skl sesuatu, baik dr teman2 1 subunit maupun dr masyarakat. Dan Alhamdulillah di medono tdk ada kendala yg begitu berarti. makasih.
    smg di akhir periode KKN ini mb nur mendapatkan sesuatu yg berarti.
    love u ^_^

  3. wah postingnya terlalu banyak tanda kutip, saya jadi pengen make tanda kutip. KKN means KonoKeneNongkrong, bisa juga KataKataNarsis, tetapi bisa juga KuloKangenNjenengan. Hahaha. Lam kenal mba.

  4. sy cm ikutan nimbrung nih,
    sebelumnya salam kenal n mau tanya juga ukhti TE UGM angkatan piro? kyknya kampus seberang kampus saya,tekkim,tapi udah lulus februari ini jadi mantan kampuslah..
    mengenai KKN tergantung dr pribadi masing2 bagaimana dilapangan melakukan action yang berguna sebagai seorang mahasiswa yang berada ditengah2 masyarakat,kelak pengalaman tersebut akan berguna ketika terjun ke “dunia nyata”,seperti istiqomah, sosialisasi dengan masyarakat dsb. Itu jg sy rasakan skrg ketika sy udah masuk ke dunia kerja dan berada di lingkungan yang asing.pribadi sy punya pengalaman KKN UGM PEDULI GEMPA.
    oh iya..Sy punya tmn di TE, namanya SUNU WIBIRAMA,kalo gak salah skrg calon dosen(ato dah jd dosen IT) di jur TE konsentrasi IT.

  5. hohoho..dari tekim ya,
    aku jadi malu nih kalo ditanya angkatan,soalnya aku angkatan 2004 tp blum lulus, masih ngerjain tugas akhir, huhuhu..

    Sering dengar nama mas Sunu tapi ga ngerti persisnya orangnya yang mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s