Baiti Jannati


Siapa tak ingin punya keluarga bahagia??

Gambaran sebuah keluarga sederhana yang berdomisiliĀ  di sebuah perbukitan bernama perbukitan menoreh. Sungguh sebuah keluarga yang bahagia dengan serba keterbatasannya. Adalah keluarga yang dikepalai oleh Mas Khozin, ya kami memanggilnya ‘mas’ karena memang usianya tak jauh berbeda dengan kami. Baik Mas Khozin maupun Mbak Siti-istrinya- keduanya terdaftar sebagai peserta kejar paket B Tunas Muda, sebuah kelompok belajar yang aktif di tengah rerimbunan perbukitan. Keduanya termasuk aktif dan berprestasi saat kami mengajar di sana selama KKN berlangsung. Mereka hanyalah salah satu dari sekian jumlah penduduk Jokokasian-Salam yang notabene sangat bersahaja.

Jujur saja, aku iri dengan mereka. Satu hal khususnya pendidikan, mereka mungkin memang kurang beruntung karena akses tempat tinggal yang cukup terisolasi. Namun, aku merasakan hadirnya “surga” pada rumah tangga mereka. Sederhana, bersemangat, sangat sosial. Subhanallah, aku tak pernah melihat ada raut kesah di wajah2 mereka. Itulah kebahagiaan, sebuah keadaan yang sifatnya sangat relatif. Mungkin mereka tidak mengukur kebahagiaan dengan materi, sehingga rasa syukur selalu terucap atas setiap keadaan. Berbeda dengan kebanyakan orang di kota yang tak kunjung bahagia meski sudah merasa capek cari uangšŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s