Mengikhlaskan Bola


Bola ku terus menggelinding menjauhiku.

Pada akhirnya lewatlah seorang bocah…dan….ups!

Dia kegirangan menemukan sebuah bola,

dihadangnya bola ku dengan kakinya,

bolaku pun berhenti.

Bocah itu lalu dengan wajah sumringah memungut bola

dan membawanya bermain-main bersamanya.

Meski aku harus kehilangan bolaku,

aku senang melihat bocah itu gembira,

meski aku juga sedih,

aku mencoba mengikhlaskan bola itu untuk bocah tadi.

3 responses to “Mengikhlaskan Bola

  1. Ada kebahagiaan dalam hidup ini,..pabila kita bisa berbuat yang terbaik untuk orang-orang yang ada disekitar kita, walaupun kadang dengan mengorbankan kebahagiaan yang kita miliki. Tapi kita harus ingat bahwa hidup didunia hanyalah sementara, memperbanyak segala amal kebaikan tuk meraih semua kebahagiaan di akhirat adalah jalan yang tepat bagi setiap hambaNya.

    • قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s