A Melon Day


Today is a melon (baca: melow banget) day for me. Yah, apalagi kalau bukan badai mood yang kerap menimpa wanita. Entah mengapa, mungkinkah efek samping menonton “My Girl”? Seperti kebanyakan film dorama, jeleknya film itu adalah anaknya lahir bukan dari hasil pernikahan yang legal. Untungnya film itu tidak memfokuskan ceritanya pada hal tersebut. Film itu memfokuskan pada kisah proses pendewasaan seorang pemuda. Dia bertemu secara tiba-tiba dengan seorang anak kecil (yang ternyata anaknya), kemudian dimulailah kisah perjuangannya membesarkan anaknya sekaligus terus memperjuangkan impiannya.
Loh, kok malah jadi cerita film ya. Aku sendiri memang bukan pertama kalinya terkena badai mood semacam ini, bahkan sudah tak terhitung lagi. Dengan masalah yang berbeda maupun masalah yang sama dengan tingkat kesulitan yang lebih -terasa- berat. Kali ini aku merasa hampir skak mat. Apalagi kalau bukan mengenai impian. Ya, setiap orang pasti punya impian dan punya cerita masing-masing dalam memperjuangkan impiannya, apapun bentuk ending story nya.Berbicara tentang impian, saya membayangkan diri saya di masa mendatang adalah seorang ibu yang bahagia saling support dengan pemimpinnya merawat dan mendidik amanah-amanah Nya (baca: anak-anak) dengan sebuah usaha yang aku kembangkan tanpa mengorbankan keluargaku dan juga aktif menggerakkan kegiatan sosial. Wow, nampaknya terlalu sempurna. Ya, aku juga kadang sadar, ini mungkin terlalu muluk. Namun, bukankah yang namanya cita-cita itu harus setinggi mungkin. Bahkan aku ingat benar dengan sangat PEDE nya aku pernah berbicara di forum publik bahwa aku ingin melaksanakan rukun islam yang ke lima di usiaku yang ke25. Kalau teringat itu, aku rasanya seperti ingin tertawa saja, ya lihat aja sekarang aku sudah berusia 23 dan keadaanku masih seperti ini saja. ‘ala kulli hal, Alhamdulillah.
Kadang atau mungkin tepatnya sering, Impian adalah hal yang nampak mustahil untuk dicapai. Buktinya saat ini aku merasa stagnan. Baik itu dalam proses menjadi seorang ibu maupun mengusahakan sebuah kontribusi bagi sosial kemasyarakatan. Kadang aku begitu membara dengan semangatku. Kadang aku malah dibingungkan, aku merasa aku sangat egois jika aku hanya memikirkan impian-impianku, padahal aku punya orang tua, padahal aku punya adik-adik. Namun, aku bertekad aku tidak boleh sekalipun menyerah dalam menggapai impianku. Aku berkeyakinan, dengan keteguhanku suatu saat impian ku akan menjadi kenyataan, insya Allah. Sekalipun nantinya banyak impian yang belum bisa kucapai, aku yakin Allah akan mewujudkannya suatu saat, entah itu melalui anak, atau bahkan cucuku.
Yang sering aku lupakan adalah, bahwasanya di saat aku berulang-ulang merasa belum bisa menggapai impian, sebenarnya adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk terus memperbanyak bekal. Aku sering melupakan semangat yang satu ini karena “kegaduhan” yang ada di sekitarku. Seperti saat ini misalnya. Alhamdulillah, Allah masih mempertemukanku dengan orang-orang yang baik, sahabat-sahabat yang mengingatkanku akan hal ini. Jangan pernah menyerah mencapai impian, lakukan saja yang terbaik dan senantiasa berbekal untuk menyambut waktunya kita akan menjadi seperti apa yang kita impikan.

seperti yang diungkapkan dalam bait-bait berikut…

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warna bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia selamanya

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

laskar pelangi takkan terikat waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s