Amarah


Sore ini logikaku tunduk pada amarah dan kejengkelanku

aku sudah tidak tau lagi bagaimana sebaiknya aku menyikapi ini semua

tidakkah mereka mau mengerti dan mendengar?

tidakkah mereka tau kalau aku marah dan jengkel

aku menunggu solusi ataupun pembahasan

tapi keduanya tak kunjung aku dapatkan

kalau aku tiada boleh langsung mengutarakan

mengapa tidak ada keterbukaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s